Analisis Jurnal 2
Judul : STARBUCKS STRATEGY,
PLEASURE IS EVERYWHERE
Nama pengarang : Meuthia Zalfyanka
Tahun : 2011
Latar belakang masalah
Budaya minum kopi terutama di pagi hari
sangatlah khas kita dengar setiap harinya. Tidak hanya di pagi hari di saat
semua orang akan memulai harinya melainkan juga di saat istirahat siang ataupun
bersantai sore banyak orang telah memilih kopi untuk menjadi teman menghabiskan
waktu. Budaya yang awalnya berasal dari barat ini pun muncul sebagai salah satu
kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para
pencinta kopi. Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai
brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita. Pengunjung kedai-kedai ini pun
tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen.
Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya mencari
suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik kesimpulan
bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya sebagai pemuas
kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai trend atau gaya
hidup tersendiri.
Starbucks merupakan kedai kopi yang sangat
terkenal di dunia. Jumlah kedai Starbucks telai mencapai lebih dari sepuluh
ribu gerai kedai kopi yang tersebar diseluruh dunia. Brand yang berasal dari
Amerika ini tidak hanya menawarkan kualitas tinggi di setiap produknya
melainkan pula mengedepankan kesenangan para pelanggan melaui service dan
atmosfer tempat yang nyaman. Tidak hanya itu, Starbucks juga sangat menjaga
kepuasan para pelanggannya. Banyak orang di dunia tidak terkecuali Indonesia
telah menjadi penggemar setia brand yang sudah ada sejak tahun 1990 an ini dan
tidak segan-segan untuk mengeluarkan uang demi segelas kopi nikmat dari
Starbucks setiap harinya. Oleh karenanya tidak heran kalau Starbucks telah
menjadi yang terdepan dalam bidangnya.Dalam industri ini, tentulah Starbucks
mempunyai saingan dalam usahanya sebagai penyuguh minuman kopi, seperti yang
sering kita dengar yaitu Coffe Bean, Dunkin Donnuts, Jco Donnuts, Begawan Solo
Cofee dan masih banyak lagi. Menghadapi maraknya persaingan ini, Starbucks
tetap berpegang teguh pada statemen yang dikutip dari situs resminya yaitu
”We’re committed to offering our customers the world’s best coffee and the
finest coffee experience”, yang tidak lain maksudnya adalah Starbucks selalu
menjanjikan kualitas terbaik untuk pelanggan dalam setiap produknya.
Masalah
Budaya minum kopi terutama di pagi hari
sangatlah khas kita dengar setiap harinya. Tidak hanya di pagi hari di saat
semua orang akan memulai harinya melainkan juga di saat istirahat siang ataupun
bersantai sore banyak orang telah memilih kopi untuk menjadi teman menghabiskan
waktu. Budaya yang awalnya berasal dari barat ini pun muncul sebagai salah satu
kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para
pencinta kopi. Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai
brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita. Pengunjung kedai-kedai ini pun
tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen.
Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya
mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya
sebagai pemuas kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai
trend atau gaya hidup tersendiri.
Tujuan penelitian
Menganalisis salah satu elemen penting
dalam konsep 4P (product, price, place, promotion) yang dituturkan oleh Kothler
tentang pemasaran (marketing) adalah Place. Placement atau penempatan yang
dimaksud adalah lokasi yang dianggap strategis untuk memasarkan dan menjual
produk. Elemenplace ini tidak kalah penting dengan elemen-elemen lainnya,
memasarkan suatu produk sangat menentukan tingkat penjualan produk dan
keberhasilan usaha kita. Lokasi penjualan yang tepat,nyaman dan mudah dijangkau
itulah yang diinginkan oleh konsumen. Elemen place ini ditangkap serius pula
oleh Starbucks dalam usaha mensukseskan .
Sumber :
· Official Site Starbucks
Indonesia, www. Starbucks.co.id
· Kotler, Philip, Marketing Management (11
ed.), (New Jersey: Pearson Education, 2003)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar