Selasa, 23 Oktober 2012

TEMA

NAMA     : LAILA ZAHIRAH RAHMAH
NPM        : 19210813
KELAS    : 3EA17

TEMA     : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG          MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP COFFE SHOP.

LATAR BELAKANG MASALAH


LATAR BELAKANG MASALAH

Budaya minum kopi terutama di pagi hari sangatlah khas kita dengar setiap harinya. Tidak hanya di pagi hari di saat semua orang akan memulai harinya melainkan juga di saat istirahat siang ataupun bersantai sore banyak orang telah memilih kopi untuk menjadi teman menghabiskan waktu. Budaya yang awalnya berasal dari barat ini pun muncul sebagai salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi. 

Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai trend atau gaya hidup tersendiri.

ANALISIS JURNAL 1


Analisis Jurnal 1

Judul : Analisis Kepuasan Konsumen The Coffee Bean & Tea Leaf Sudirman Plaza 
Nama pengarang : Vience Maria Fransisca Agustanti
Tahun : 2011

Latar Belakang Masalah.

Di era globalisasi ini gaya hidup masyarakat kota semakin kompleks, dapat kita lihat gaya hidup masyarakat kota yang semakin bervariasi. Sudah merupakan gaya hidup mereka pergi ke salon untuk perawatan dan menghabiskan waktu senggang dengan berjalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan, shopping, dan menghabiskan waktu sambil bercengkrama dan menikmati makanan kecil dan minuman di sebuah coffee shop. Dalam memilih sebuah coffee shop, setiap orang mempunyai cara yang berbeda. Orang bisa memilih coffee shop karena tempatnya yang mewah, lokasinya yang strategis, atau karena pelayanannya yang memuaskan.

Sebagian konsumen beranggapan dengan memilih coffee shop yang mewah akan menaikkan image mereka. Sebagian konsumen lain memilih coffee shop yang lokasinya strategis agar mudah dijangkau. Konsumen lainnya akan lebih memilih coffee shop yang pelayanannya memuaskan yang membuat mereka merasa nyaman di dalamnya. Salah satunya adalah The Coffee Bean & Tea Leaf.

Masalah 

The Coffe Bean & Tea Leaf sebagai salah satu perusahaan dalam industri coffe shop harus terus berusaha menganalisis pasar supaya dapat memenangkan persaingan yang semakin ketat. Perusahaan harus berfokus kepada konsumen dengan terus berusaha memperbaiki produk dan layanan serta memberikan informasi yang akurat kepada konsumen. Ada beebrapa kendala yang terdapat di outlet The coffe Bean & Tea Leaf yang berlokasi di Sudirman Plaza, untuk seterusnya disebut dengan Coffe Bean Sudirman Plaza.

Menurut pengelola Coffe Bean Sudirman Plaza, keluhan pelanggan adalah tidak tersedianya area untuk merokok yang disediakan oleh pihak pengelola gedung Sudirman Plaza dan ketidakpuasan pelanggan bila pilihan bila pilihan minuman telah habis terjual. Selain itu, beberapa pelanggan juga mengeluhkan suhu ruangan yang dianggap terlalu dingin atau kepuasan pelanggan merupakan hal yang patut diperhatikan oleh Coffe Bean Sudirman Plaza untuk menarik minat konsumen yang baru dan meningkatkan kesetiaan pelanggan sehingga target penjualan dapat tercapai.

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, menganalisis tingkat kepuasan pelanggan dan merumuskan usulan-usulan perbaikan bagi The Coffee Bean & Tea Leaf Sudirman Plaza agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen.

Sumber : Graduate Program of Management and Business – Bogor Agricultural University (MB IPB).

ANALISIS JURNAL 2


Analisis Jurnal 2 

Judul : STARBUCKS STRATEGY, PLEASURE IS EVERYWHERE 

Nama pengarang : Meuthia Zalfyanka 

Tahun : 2011 


Latar belakang masalah 

Budaya minum kopi terutama di pagi hari sangatlah khas kita dengar setiap harinya. Tidak hanya di pagi hari di saat semua orang akan memulai harinya melainkan juga di saat istirahat siang ataupun bersantai sore banyak orang telah memilih kopi untuk menjadi teman menghabiskan waktu. Budaya yang awalnya berasal dari barat ini pun muncul sebagai salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi. Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai trend atau gaya hidup tersendiri. 

Starbucks merupakan kedai kopi yang sangat terkenal di dunia. Jumlah kedai Starbucks telai mencapai lebih dari sepuluh ribu gerai kedai kopi yang tersebar diseluruh dunia. Brand yang berasal dari Amerika ini tidak hanya menawarkan kualitas tinggi di setiap produknya melainkan pula mengedepankan kesenangan para pelanggan melaui service dan atmosfer tempat yang nyaman. Tidak hanya itu, Starbucks juga sangat menjaga kepuasan para pelanggannya. Banyak orang di dunia tidak terkecuali Indonesia telah menjadi penggemar setia brand yang sudah ada sejak tahun 1990 an ini dan tidak segan-segan untuk mengeluarkan uang demi segelas kopi nikmat dari Starbucks setiap harinya. Oleh karenanya tidak heran kalau Starbucks telah menjadi yang terdepan dalam bidangnya.Dalam industri ini, tentulah Starbucks mempunyai saingan dalam usahanya sebagai penyuguh minuman kopi, seperti yang sering kita dengar yaitu Coffe Bean, Dunkin Donnuts, Jco Donnuts, Begawan Solo Cofee dan masih banyak lagi. Menghadapi maraknya persaingan ini, Starbucks tetap berpegang teguh pada statemen yang dikutip dari situs resminya yaitu ”We’re committed to offering our customers the world’s best coffee and the finest coffee experience”, yang tidak lain maksudnya adalah Starbucks selalu menjanjikan kualitas terbaik untuk pelanggan dalam setiap produknya. 

Masalah 

Budaya minum kopi terutama di pagi hari sangatlah khas kita dengar setiap harinya. Tidak hanya di pagi hari di saat semua orang akan memulai harinya melainkan juga di saat istirahat siang ataupun bersantai sore banyak orang telah memilih kopi untuk menjadi teman menghabiskan waktu. Budaya yang awalnya berasal dari barat ini pun muncul sebagai salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi. Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai trend atau gaya hidup tersendiri. 

Tujuan penelitian 

Menganalisis salah satu elemen penting dalam konsep 4P (product, price, place, promotion) yang dituturkan oleh Kothler tentang pemasaran (marketing) adalah Place. Placement atau penempatan yang dimaksud adalah lokasi yang dianggap strategis untuk memasarkan dan menjual produk. Elemenplace ini tidak kalah penting dengan elemen-elemen lainnya, memasarkan suatu produk sangat menentukan tingkat penjualan produk dan keberhasilan usaha kita. Lokasi penjualan yang tepat,nyaman dan mudah dijangkau itulah yang diinginkan oleh konsumen. Elemen place ini ditangkap serius pula oleh Starbucks dalam usaha mensukseskan . 


Sumber : 
· Official Site Starbucks Indonesia, www. Starbucks.co.id 
· Kotler, Philip, Marketing Management (11 ed.), (New Jersey: Pearson Education, 2003)

ANALISIS JURNAL 3


Analisis Jurnal 3

Judul : Pengaruh Financial benefits,social bnefits, dan structural ties terhadap Behavioral intentions di Dome Café di Tunjungan Plaza Surabaya

Nama Pengarang : Ronald Rumui dan Cesilia Maria S.

Tahun : 2005

Latar belakang masalah

Dome Cafe yang ada di Indonesia merupakan sebuah perusahjaan franchise. Dome cafe berpusat di western Australia, berdiri tahun 1983. Melalui manajemen yang terkonsentrasi untuk melakukan ekspansi, perusahaan ini akhirnya berkembang sampai lintas Negara termasuk Indonesia. Di Indonesia , pertama kali perusahaan ini berdiri di Jakarta tahun 1999 (akhir) di Ratu Plaza. Setelah Jakarta, maka Dome Café memperluas jaringan pemasaran dengan membuka gerai baru di Surabaya.
Dilihat daru produk yang di tawarkan , Dome café menawarkan produk- produk makanan dan minuman “ ala barat” seperti sandwich,spaghetti,steak,salad dll. Diantara produk yang ditawarkan yang di unggulkan oleh Dome Café adalah Produk kopi dengan jenis Arabica caffe.

Dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki,seperti halnya kualitas produk , lokasi strategis, dan image positif, akhirnya Dome Café mulai berkembang , meskipun terkadang mengalami fluktuasi dalam penjualan .

Masalah

Identifikasi minat beli konsumen pada produk-produk yang ditawarkan Dome Café. Melalui identifikasi driver problem ( pemicu masalah) penurunan penjualan ini, sangat dimungkinkan penurunan penjualan seperti di tahun 2003 dibandingkan dengan tahun 2001 dan 2002 tersebut probabilitasnya dapat ditekan. Jika dikaji ulang, apapun penyebab terjadinya penurunan penjualan di Dome Café ini, maka satu hal yang sangat mungkin terjadi yaitu penurunan behavioral intentions konsumen.

Menurunnya behavioral intentions ini pada gilirannya juga akan mempengaruhi penurunan minat pembelian konsumen di Dome Café, hal ini berdasarkan pendapat Prayekti (2001:211) yang mengatakan : “Financial benefits, social benefits , dan structural ties merupakan faktor-faktor pendukung terjadinya interaksi berkelanjutan antara konsumen dan perusahaan . “

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh Financial benefits, social benefits, dan structural ties secara simultan terhadap behavioral intentions konsumen pada Dome Café di Tunjungan Plaza Surabaya. Untuk mengetahui variable yang berpengaruh dominan diantara variable Financial benefits, social benefits, dan structural ties, terhadap behavioral intentions konsumen pada Dome Café di Tunjungan Plaza.

Sumber : http://rahayu91.wordpress.com/2011/09/30/analisis-jurnal-tahap-2/