NAMA : LAILA ZAHIRAH RAHMAH
NPM : 19210813
KELAS : 3EA17
TUGAS : METODE RISET
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM
MEMUTUSKAN PEMBELIAN DALAM SUATU PRODUK PADA PASAR SWALAYAN
ABSTRAK
Dalam tulisan ini berfokus pada pilihan
strategi yang di pakai oleh suatu perusahan yang pada kasus ini adalah Departemen Store. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis faktor bukti fisik (tangibles), keandalan
(reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati
(empathy) seberapa jauh memiliki asosiasi dengan kepuasan konsumen pada Matahari
Department Store di Grand Mall Bekasi, dan untuk mengetahui faktor yang paling
dominan dalam mempengaruhi kepuasan konsumen pada Matahari Department Store di
Grand Mall Bekasi. Uji akurasi model regresi digunakan untuk menilai akurasi
regresi model dalam penelitian ini diukur dengan nilai Chi-Square dengan Hosmer
Test dan Lemeshow. Berdasarkan hasil regresi logistik biner analisis diperoleh
bahwa variabel independen yang terdiri dari bukti fisik, kehandalan, daya
tanggap, jaminan, dan empati berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan konsumen.
ABSTRACK
In this paper focuses on the strategies in use by a company which
in this case is the Department Store. This study aims to analyze the factors of
physical evidence (tangibles), reliability (reliability), responsiveness
(responsiveness), guarantee (assurance), and empathy (empathy) how far has
associations with customer satisfaction at the Matahari Department Stores in
Grand Mall Bekasi, and to find the most dominant factor in influencing customer
satisfaction in Matahari Department Store in Grand Mall Bekasi. Test the
accuracy of the regression model used to assess the accuracy of the regression
model in this study was measured by the value of Chi-Square with the Hosmer and
Lemeshow Test. Based on the results of binary logistic regression analysis
found that the independent variables consisting of physical evidence,
reliability, responsiveness, assurance, empathy and have positive and
significant impact on customer satisfaction.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Salah
satu dampak dari perkembangan teknologi tersebut adalah semakin banyak
berkembang pasar swalayan ataupun supermarket, pusat pembelanjaan yang semakin
banyak menawarkan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi konsumen untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya secara mudah dan efisien. Dengan banyaknya pusat
perbelanjaan yang didirikan maka persaingan antar pusat perbelanjaan semakin
tinggi, yang menyebabkan anggota masyarakat atau konsumen ingin dilayani lebih
baik lagi, sesuai apa yang diinginkan bagi pemenuhan kebutuhan lainnya. Hal ini
membuat beban pemasaran semakin berat, karena tugas dari pemasaran merupakan
fungsi paling penting dari perusahaan.
Dalam
menghadapi persaingan yang semakin ketat, suatu perusahaan perlu memahami
perilaku konsumen agar perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.
Pemahaman tentang perilaku konsumen itu mempunyai arti penting karena
sesungguhnya semua kegiatan perusahaan ditujukan untuk memberikan kepuasan
kepada konsumen. Perusahaan retail tentunya sadar bahwa dalam era globalisasi
pemasaran merupakan kunci dan faktor penting untuk mencapai sukses. Pemasaran
memusatkan perhatian pada konsumen karena dengan tercapainya kebutuhan dan
kepuasan konsumen akan memberikan keuntungan yang layak dalam jangka panjang.
Tujuan kegiatan pemasaran itu sendiri adalah mempengaruhi konsumen untuk
membeli barang dan jasa perusahaan pada saat itu yang mereka butuhkan.
1.2. RUMUSAN
MASALAH
Dari
latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
sikap konsumen terhadap Supermarket Indogrosir
2. Apakah
ada perbedaan sikap antara konsumen akhir dan konsumen pedagang dalam belanja
di Supermarket Indogrosir
1.3. TUJUAN
PENELITIAN
1. Untuk
mengetahui dan menganalisis pengaruh keputusan pembelian terhadap pasar swalayan.
2. Untuk
mengetahui factor yang mempunyai pengaruh dominan terhadap perilaku konsumen
dalam memilih berbelanja di pasar
swalayan.
1.4. KERANGKA
PEMIKIRAN
Kerangka
pemikiran ini merupakan pengembangan dari model perilaku konsumen Kotler,
berikut gambarnya :
Gambar 1.1
Perilaku konsumen
Kualitas produk keputusan pembelian
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. TEORI
PEMASARAN
Pemasaran
merupakan konsep menyeluruh yang menyangkut berbagai kegiatan pemasaran yang
tercakup dalam satu sistem pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan
pokok yang dilakukan oleh pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya, untuk berekembang dan mendapatkan laba. Pemasaran
merupakan proses yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
konsumen. Pemasaran telah dipandang sebagai unsur penting didalam mendirikan
dan membina perusahaan-perusahaan. Dengan lingkungan dunia usaha yang semakin
kompetitif dan sifat pasar berubah dari sales market menjadi buyer market atau
kekuatan pasar ditangan konsumen. Sehingga kegiatan perusahaan mengalami
penyesuaian dari orientasi produksi menjadi orientasi konsumen.
Pemasaran
tidak terbatas pada dunia bisnis saja, karena sebenarnya setiap hubungan
antar individu dan antar organisasi yang melibatkan proses pertukaran adalah
kegiatan pemasaran.
2.2. PERILAKU
KONSUMEN
Karena
perilaku konsumen sangat heterogen maka mereka perlu disegmentasikan yang
relatif mempunyai kebutuhan dan keinginan yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk
menghemat biaya, waktu dan energi. Selanjutnya diharapkan program pemasaran
yang dirancang akan mengenai sasaran hingga tujuan pemasaran dapat tercapai berupa
meningkatkan volume penjualan pangsa pasar dan laba penjualan. Hingga
segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai berikut:
Segmentasi
pasar membagi pasar menjadi segmen-segmen pasar tertentu yang dijadikan
sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix tertentu. (Swastha dan
Handoko, 192; 118-119)
Jadi
latar belakang dan alasan dilakukannya segmentasi pasar adalah:
1. Konsumen
selalu bersifat heterogen, perlu diketahui keinginan dan kebutuhan guna
memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan baik.
2. Pemilihan
target seluruh pasar setelah akan diadakan segmentasi pasar akan berpengaruh
sangat kuat terdapat potensi penjualan dan laba penjualan.
3. Pemilihan
target pasar yang akan berpengaruh langsung terhadap berat tidaknya pesaing
yang harus dihadapi di dalam segmen yang terpilih.
4. Strategi
perusahaan yang berusaha untuk memenuhi semua keinginan dan kebutuhan
masyarakat, justru akan berakibat kegagalan pemasaran.
Seorang
pemasar harus mencoba membedakan variabel segmentasi secara tunggal dan secara
kombinasi dengan harapan untuk mendapatkan cara yang bermanfaat guna melihat
struktur pasar.
Pembagian
pasar dalam segmen-segmen pasar sangat dipengaruhi oleh tipe produk, sifat
permintaan, cara penjualan dan motivasi pembelian konsumen. Banyak
variabel-variabel yang dapat dijadikan dasar untuk segmentasi pasar.
Adapun
dasar-dasar yang dapat dipakai untuk segmentasi pasar adalah:
1. Segmentasi
geografis
Segmentasi
geografis dilakukan dengan cara membagi pasar menjadi unit-unit geografis,
misalnya negara, propinsi, kabupaten, kota dan sebagainya.
2. Segmentasi
demografis
Segmentasi
ini memisahkan pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berdasarkan pada variabel
demografis, seperti umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, siklus, pendapatan,
pendidikan, agama, ras, dan lain-lain.
3. Segmentasi
psikologis
Pada
jenis segmentasi psikologis, konsumen dibagi dalam beberapa kelompok yang
berlainan menurut kelas, gaya hidup atau berbagai ciri kepribadian.
4. Segmentasi
perilaku
Bila
perilaku dipakai sebagai variabel utama dalam segmentasi pasar dalam konsumen,
maka para konsumen dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat
pengetahuan, sikap, penggunaan atau tanggapan terhadap produk tertentu.
Dapat
disimpulkan bahwa strategi segmentasi pasar dimulai dengan mengenal perilaku
konsumen, untuk menentukan konsumen mana yang dituju perusahaan sebagai sasaran
penjualan dan menentukan kebutuhan serta keinginan kelompok konsumen tersebut
yang akan dipenuhi dan dipuaskan. Dan dengan segmentasi pasar dapat mengarahkan
atau memusatkan kegiatan pemasarannya untuk mempengaruhi perilaku konsumen dari
segmen pasar yang dituju.
2.3. HIPOTESIS
HO
: Perilaku konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian terhadap pasar swalayan.
HA
: Perilaku konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
terhadap pasar swalayan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. JENIS DAN SUMBER DATA
Jenis
data dalam penelitian ini meliputi:
a. Data
primer
Data yang diperoleh langsung dari sumbernya
dan diusahakan sendiri oleh peneliti, dalam hal ini perusahaan diamati dan
dicatat pertama kalinya.
b. Data
sekunder
Data yang diperoleh dari pihak lain yang tidak
berhubungan dengan perusahaan, seperti buku-buku dan majalah.
3.2. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Metode
pengumpulan data penelitian ini menggunakan : Kuesioner, wawancara, dan observasi.
3.3 ANALISIS DATA
Metode
yang digunakan untuk menganalisa data masukan dalam penelitian menggunakan
berbagai cara yang dijelaskan seperti berikut:
1. Analisa Kuantitatif
2. Analisa Kualitatif
3. Analisis
Sikap Fishbhein Attitude Method
4. Analisis
Uji Beda
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
4.1. Deskripsi
Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data yang diperoleh dari hasil survey terhadap 200 orang pelanggan baik
pedagang maupun konsumen akhir yang berbelanja di Indogrosir. Dari data yang di
dapat akan diteliti dulu karakteristik dari responden tersebut. Kemudian untuk
mengetahui apakah data itu valid dan reliabel digunakan dalam penelitian ini
atau tidak digunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Dilanjutkan dengan
menganalisa sikap konsumen dan mengetahui apakah ada perbedaan antara sikap konsumen
akhir dan pedagang kepada Supermarket Indogrosir dengan menggunakan uji Mann
Whitney U.
4.2. Karakteristik
Responden
Dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada
200 orang pelanggan baik pedagang maupun konsumen akhir, maka dapat diketahui
karakteristik umum responden menurut usia, jenis kelamin, pendidikan, dan
pendapatannya.
1. Komposisi Responden Menurut Usia
Tabel 4.1.
Komposisi Responden Menurut Usia
Usia
|
Jumlah
|
Prosentase
(%)
|
20 – 30
tahun
31 – 40
tahun
41 – 50
tahun
51 – 60
tahun
60 tahun
keatas
|
56
71
52
18
3
|
28
35,5
26
9
1,5
|
|
200
|
100
|
Sumber : Data Primer
Dari karakteristik responden menurut tingkat usia,
responden terbanyak adalah mereka yang memiliki tingkat usia antara 31 – 40
tahun sebanyak 71 responden (35,5 %), kemudian tingkat usia 20 – 30 tahun
sebanyak 56 responden (28 %), kemudian tingkat usia 41 – 50 tahun sebanyak 52
responden (26 %), tingkat usia antara 51 – 60 tahun sebanyak 18 responden (9
%), dan tingkat usia di atas 61 tahun sebanyak 3 responden (1,5%).
2. Komposisi Responden Menurut Jenis Kelamin
Dari penyebaran kuesioner dapat diketahui
komposisi responden menurut jenis kelamin yang disajikan pada tabel 4.2.
berikut ini :
Tabel 4.2.
Komposisi Responden Menurut Jenis
Kelamin
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
Prosentase
(%)
|
Laki-laki
Perempuan
|
63
137
|
31,5
68,5
|
|
200
|
100
|
Sumber : Data Primer
Dari tabel 4.2. di atas dapat diketahui bahwa rata-rata
pelanggan yang sebagai responden paling banyak adalah perempuan adalah 137
(68,5 %), sedangkan jumlah pelanggan laki-laki sebanyak 63 (31,5 %).
3. Komposisi Responden
Menurut Status Perkawinan.
Dari penyebaran kuesioner dapat diketahui
komposisi responden menurut jenis kelamin yang disajikan pada tabel 4.3.
berikut ini :
Tabel 4.3.
Komposisi Responden Menurut Status
Perkawinan
Status
|
Jumlah
|
Prosentase
(%)
|
Belum
/TidakMenikah
Menikah
|
86
114
|
43
57
|
|
200
|
100
|
Sumber : Data Primer
Dari tabel 4.2. di atas dapat diketahui bahwa rata-rata
pelanggan yang sebagai responden paling banyak adalah sudah menikah adalah 114
(57 %), sedangkan jumlah pelanggan yang belum menikah atau tidak menikah
sebanyak 86 (43 %).
4. Komposisi Responden
Menurut Tingkat Pendapatan
Tabel 4.4.
Komposisi Responden Menurut Pendapatan
Tingkat
Pendapatan
|
Jumlah
|
Prosentase
(%)
|
< Rp.
300.000
Rp. 301.000 –
Rp. 800.000
> Rp.
801.000
|
26
46
128
|
13
23
64
|
|
200
|
100
|
Sumber : Data Primer
Menurut latar belakang pendapatan ternyata diketahui
bahwa komposisi respondennya yang paling banyak adalah yang berpendapatan
diatas Rp. 801.000, yaitu sebanyak 128 responden (64 %), kemudian yang
mempunyai pendapatan antara Rp. 301.000 – Rp. 800.000 sebanyak 46 (23 %).
Dan sisanya sebanyak 26 responden atau 13 % mempunyai pendapatan kurang dari
Rp. 300.000/
5. Komposisi Responden
Menurut Asal Wilayah
Tabel 4.5.
Komposisi Responden Menurut Asal Wilayah
Tingkat
Pendidikan
|
Jumlah
|
Prosentase
(%)
|
Yogyakarta
Luar Kota
|
168
32
|
84
16
|
|
200
|
100
|
Sumber : Data Primer
Menurut asal wilayah diketahui bahwa komposisi
respondennya mayoritas adalah warga Bekasi, yaitu sebanyak 168 responden (84
%), dan sisanya sebesar 16 % atau sebanyak 32 orang berasal dari luar kota.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis tentang
sikap konsumen terhadap Supermarket Indogrosir, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan seperti berikut:
1. Secara keseluruhan konsumen Supermarket
Indogrosir baik konsumen akhir maupun pedagang memiliki sikap yang cukup baik
terhadap aribut-atribut Supermarket Indogrosir Yogyakarta. Dan pada beberapa
atribut sikap konsumen memiliki rata-rata sikap yang baik seperti pada atribut
harga tata letak dan lokasi parkir.
2. Hasil uji perbedaan antara sikap konsumen akhir
dan sikap konsumen pedagang dalam berbelanja di Supermarket Indogrosir
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada atribut-atribut
yang diteliti. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa tidak ada
perbedaan antara sikap konsumen akhir dengan pedagang dalam berbelanja di
Supermarket Indogrosir, terbukti.
5.2. Saran
Setelah melakukan penelitian dan
melihat hasil dari penelitian tersebut, maka dapat diberikan saran sebagai
berikut:
1. Sikap konsumen dipengaruhi oleh evaluasi dan
kepercayan pelanggan, oleh karena itu pihak Indogrosir dapat diupayakan agar
senantiasa menambah pelayanan agar kepuasan pelanggan atau konsumen dalam
berbelanja dapat bertambah dan dengan sendirinya maka tingkat kepercayaan
konsumen akan semakin tinggi dan evaluasi akan semakin bagus.
2. Indogrosir adalah sebuah supermarket yang
ditujukan untuk pembelian eceran maupun dalam jumlah besar, dan seharusnyalah
pihak Indogrosir tidak membedakan pelanggan yang membeli eceran (konsumen
akhir) dan membeli dalam bentuk partai (biasanya pedagang), karena pembedaan
sikap ini akan membuat nilai kepercayaan pelanggan akan menurun dan dapat
menjadi sarana promosi yang buruk bagi Indogrosir.
3. Untuk
atribut-atribut yang diuji sendiri, sudah bagus, hanya perlu ditingkatkan untuk
menambah kenyamanan dan kepuasan konsumen dalam berbelanja. Penataan ulang
terhadap produk-produk dapat dilakukan untuk menyegarkan suasana agar lebih
menyenangkan bagi konsumen dalam berbelanja, tetapi diusahakan tidak
menyusahkan konsumen dalam mencari barang.
4. Pihak Indogrosir dapat mencari strategi
pemasaran (marketing mix) yang baru untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan
dan meningkatkan nilai penjualan serta menjadi sarana promosi bagi Indogrosir
sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Boyd, Harper W. Jr, Orville C. Walker. Jr dan Carl
McDaniel. 2001. Manajemen Pemasaran. Jilid Pertama. Edisi Kedua.
Alih Bahasa: Imam Nurnawan, S.E. Jakarta: Erlangga
Husein, Umar. 2002. Metode Riset Bisnis.
Jakarta: PT gramedia Pustaka Utama
J. Paul, Peter & C. Olson, Jery. 2003. Consumen
Behavior: Perilaku Konsimen dan Strategi Pemasaran. Edisi Keempat. Ahli
Bahasa: Damos Sihombing. Jakarta: Erlangga